18 Juni 2014

Capres Sejati

Presiden SBY, Prabowo, Jokowi, Abu Rizal Bakrie (ARB) dan Rhoma Irama naik pesawat bareng habis kampanye di Bali. Tiba-tiba pilot keluar kokpit dan bilang:
"Maaf pak presiden, sebentar lagi pesawat akan jatuh, kita hanya punya lima parasut. Saya ambil satu karena saya harus melaporkan kecelakaan yang melibatkan tokoh2 penting." Sang pilot langsung loncat.

Presiden SBY mengambil satu parasut dan memasangnya: "Maaf bapak2, hidup 230 juta rakyat Indonesia ada di tangan saya, jadi saya masih harus menjalani sisa masa tugas saya," dia pun loncat keluar pesawat. Jokowi, dg sigap merebut satu parasut dan berkata: "Saya masih jadi gubernur jakarta pak, bagaimana nasib rakyat kalo saya nanti mati? dan kalo saya nanti mati siapa yg bisa nyaingi Prabowo. Tanpa sy nanti cuma ada satu calon, pemilu bisa bubar".

Melihat semua pada kabur, ARB buru-buru merebut satu parasut di samping Rhoma. "Nasib Golkar dan Lapindo di tangan saya," dalihnya. "Lagi pula Rhoma, kamu kan cuma penyanyi. Sy harus hidup krn modal yang sudah keluar untuk kampanye belum balik. Sy nunggu jatah menteri dari Prabowo. Kamu dan Pak Prabowo hom pimpah aja ya, mudah2an km menang, pak Prabowo kalah. ARB pun langsung terbang sambil teriak: 'Marcelaaaa... I love youuuuuuu ..."

Tinggal berdua, Prabowo pun menatap mata Rhoma. "Bang haji," ujar Prabowo dengan lembut. "Silakan bang haji saja yg pake parasut, penggemar bang haji jutaan. Kalau sy mati, silakan bang haji jadi capres lawan Jokowi
, masa' kalah? Bang haji kan Satria Bergitar, cepat selamatkan diri bang haji, lawan Jokowi, bismillah!" Prabowo menangis terharu memeluk Rhoma.

"Jangan sedih, Pak Prabowo!" balas Rhoma. "ARB memang terrr ....laaaa .....lu! Makanya saya dulu keluar dari Golkar. Kita masih punya dua parasut. Yang diambil ARB tadi tas bungkus gitar saya! wkwkwkwkw