5 Agustus 2014

Lawan para Haters JKT48!

"Dasar pedofil! Doyannya ngeliatin paha anak kecil!"
"Eh, lo tau, enggak? Dia fansnya JKT48, lho! Itu yang plagiatnya AKB48!"
"JKT48 siapa, sih? Girlband yang kalo nyanyi keroyokan kayak tawuran dan doyan lipsync itu, ya?"

Sepenggal hinaan di atas mungkin udah enggak asing lagi bagi kita, para fans JKT48. Kadang kalimat ini dengan kurang ajarnya mendadak nongol di timeline Twitter kita, mendorong tangan kita untuk memberi pelajaran sama orang yang nge-tweet begitu. Reaksi yang wajar dan manusiawi, tapi kayaknya kurang dewasa dan bijak. 

Nah, kali ini gue bakal sedikit ngomongin mereka, para haters. Tapi bukan orangnya yang diomongin, melainkan gimana caranya menghadapi mereka. Ini sekedar tips ringan, tapi semoga berguna. Enggak perlu gontok-gontokan, apalagi pukul-pukulan. Gimana tipsnya?
  • Berkaca dan kurang-kurangin. "Ngapain harus ngaca segala? Emang gw kurang oke?!". Bukan berkaca itu maksudnya, tapi coba liat lagi diri kita. Apa sejak menggeluti hobi Idoling kita jadi berubah? Contohnya berubah; kemana-mana bawa Lightstick terus nyetel lagu JKT48 keras-keras sambil Wotagei dan nge-chants enggak karuan. Kalau kita begitu, ya jelas aja jadi bahan hinaan. Jadi kalau bisa, abis berkaca buruan kurang-kurangin kelakuan yang berpotensi jadi bahan hinaan orang.
  • Kenalan. "Tak kenal maka tak sayang.". Nah, ada baiknya kita coba kenalan sama para haters. Ajak ngobrol, curhat. Kalau perlu ajak jalan bareng, kasih gift. Yah, mirip kayak PDKT sama cewek gitu, deh~ Caritau kenapa mereka enggak suka sama JKT48. Siapatau mereka sebetulnya suka, tapi gengsi atau dilarang sama pacarnya. Siapa tau~
  • Racunin. Kita racunin para haters ini dengan konten-konten JKT48. Misalnya diem-diem kitacopy-in lagu, PV atau foto JKT48 ke gadget-nya wahahahaha :D Atau ajak ke acara Live Music yang ada JKT48 sebagai guest star. Pas udah ada gelagat-gelagat keracunan, ajak dia nonton Theater! Bayarin kalau perlu! Asalkan kita sabar ngeracunin, Insya Allah si haters bakal mati, kok. Mati kebenciannya terhadap JKT48~ aseeekkk


Tips di atas tadi selain bisa bikin luluh para haters, juga ampuh untuk ngebelokin perasaan benci mereka jadi perasaan suka. "Tapi gimana kalau yang di atas enggak mempan? Boro-boro jadi lovers, diajak kenalan aja udah pasang muka serem semua.". Tenang teman, gue masih ada tips yang berikut, kok. Tinggal pilih salah satu yang cocok. Atau semua juga boleh~

  • Cuek. Ini gue banget! Cara paling gampang, enggak capek, enggak pakai duit dan efisien. Ada yang ngehina JKT48 atau kita, sebagai fans? Diemin aja, cuekin, enggak usah ditanggapin. Karena bagi mereka, tanggapan kita adalah semangat. Ya, semangat untuk terus menghina JKT48 dan fansnya. Biarkan anjing menggonggong, yang penting timpuk! Eh, yang penting kafillah berlalu.
  • Tombol sakti. Ini paling ampuh untuk menghadapi para haters yang juga merangkap sebagai keyboard warriors di jejaring sosial, semisal TwitterFacebook, dan sejenisnya. Ada yang ngeselin? Ganggu pemandangan? Klik tombol sakti bertuliskan Block & Report as spamProblem solved, welcome heaven~ gitu aja kok report :P
  • Berkarya. Kita pasti enggak terima dihina terus. Jadi lakukan sesuatu, berkarya! Tunjukin kalau aktivitas Idoling itu positif. Tunjukin kalau fans JKT48 itu enggak cuma bisa Wotagei atau nge-chants. Karena dengan berkarya, kita bakal puas berhasil membalas kebencian para haters dengan sesuatu yang layak diapresiasi dan belum tentu bisa mereka lakukan. Keren, kan?

Yah, itu tadi beberapa tips untuk kita yang mulai risih sama JKT48 haters. Sesuai janji, enggak perlu gontok-gontokkan, apalagi pukul-pukulan. Jadilah fans yang tenang, bijak dan dewasa. Face it with slow, smooth and some styles~ Saat fans lain susah payah adu kuat sama haters, jadilah fans yang paling #Beda karena bisa bikin haters jadi lovers.

Jadi untuk para haters di luar sana, siapapun kalian, siap-siap aja! Karena kita bakal ngajak kalian untuk berteman, bukan bertengkarLagipula haters adalah fans yang malu untuk mengakui  idolanya.. muehehehe 
*cipok

4 Agustus 2014

Terbelenggu Delusi

"delusi". Ya, beberapa orang atau fans emang identik sama kegiatan ini. Bahkan beberapa dari mereka berfikir kalau delusi adalah sebagian dari Idoling (Jeketi48)

Sebetulnya semua itu nggak terlalu bermasalah dan hak masing-masing. Tapi ingat, selama mereka masih di jalur yang wajar dan nggak diumbar kemana-mana. Nyatanya, beberapa dari pemuja delusi dan fantasi ini seringkali lebih suka sharing tentang "fikirannya" ke ruang publik.

Terlepas dari betul atau salahnya tindakan yang mereka lakukan, cobalah kita sejenak berfikir. Kalau semua ini hanya mentasnamakan kesenangan dan kepuasan semata, apa objek yang mereka delusikan itu juga merasa senang? Merasa puas? Gimana perasaan si objek ketika tau mereka dijadikan "bahan" delusi dan fantasi (di kamar mandi) wahahahaha.


Bukan bermaksud berlebihan, menggurui apalagi sok suci. Tapi risih itu pasti dirasakan oleh para member, orang yang dijadikan objek delusi dan fantasi. Salah mereka, kah? Kalian yang paling berhak untuk menjawab. Kalau kalian bingung, tanyakan ke diri kalian, apa rasanya menjadi "objek" bagi orang lain

Jadi siapakah yang salah? Delusi dan fantasi? Pelakunya? Objeknya? Caranya? Jawabnya sangat tergantung dari sudut pandang dan pola fikir serta tujuan masing-masing. Intinya adalah, jangan berlebihan dan tau tempatnya. "Seperti apa yang nggak berlebihan?" "Emang di mana tempatnya?". Kalian pasti lebih tau.

Mungkin agak konyol, tapi daripada isi delusi dan fantasi itu berhamburan di ruang publik, mungkin lebih baik menjadikannya sebagai sebuah karya; fans fiction misalnya. Tapi mungkin lebih baik lagi kalau bisa menahan diri sendiri untuk menghindari atau mengurangi delusi dan fantasi. 

Mungkin kalian bisa contoh gue nih! daripada belenggu delusi itu disalurkan ke hal2 yang negativ mending kita tuangkan dalam bentuk puisi, cerpen, atau fanfict. hal seperti ini justru malah dapat merangsang imajinasi kita kejalan peridolan yang lebih benar dan diridhoi Alloh SWT :D

Apa kita cukup tega melihat member - objek delusi merasa sedih, bahkan menangis karena membaca, tau, dan mendengar semua "hal" tentang dirinya? Sementara kita bersenang-senang, bahagia dan tertawa oleh sesuatu yang mungkin bagi mereka adalah tuntutan profesi dan mungkin sebuah "kecelakaan"?

intinya jadilah fans yang tau aturan dan bijak.. fanatisme yang berlebihan itu gak baik.. oke!